Isnin, 28 Januari 2013


 ISTERI-ISTERI RASULULLAH SAW :
Berikut ini kita tampilkan nama-nama Istri Nabi Muhammad SAW beserta sekilas penjelasannya:
1. SITI KHADIJAH: Nabi mengawini Khadijah ketika Nabi masih berumur 25 tahun, sedangkan Khadijah sudah berumur 40 tahun. Khadijah sebelumnya sudah menikah 2 kali sebelum menikah dengan Nabi SAW. Suami pertama Khadijah adalah Aby Haleh Al Tamimy dan suami keduanya adalah Oteaq Almakzomy, keduanya sudah meninggal sehingga menyebabkan Khadijah menjadi janda. Lima belas tahun setelah menikah dengan Khadijah, Nabi Muhammad SAW pun diangkat menjadi Nabi, yaitu pada umur 40 tahun. Khadijah meninggal pada tahun 621 A.D, dimana tahun itu bertepatan dengan Mi’raj nya Nabi Muhammad SAW ke Surga. Nabi SAW sangatlah mencintai Khadijah. Sehingga hanya setelah sepeninggalnya Khadijah lah Nabi SAW baru mau menikahi wanita lain.
2. SAWDA BINT ZAM’A: Suami pertamanya adalah Al Sakran Ibn Omro Ibn Abed Shamz, yang meninggal beberapa hari setelah kembali dari Ethiophia. Umur Sawda Bint Zam’a sudah 65 tahun, tua, miskin dan tidak ada yang mengurusinya. Inilah sebabnya kenapa Nabi SAW menikahinya.
3. AISHA SIDDIQA: Seorang perempuan bernama Kholeah Bint Hakeem menyarankan agar Nabi SAW mengawini Aisha, putri dari Aby Bakrs, dengan tujuan agar mendekatkan hubungan dengan keluarga Aby Bakr. Waktu itu Aishah sudah bertunangan dengan Jober Ibn Al Moteam Ibn Oday, yang pada saat itu adalah seorang Non-Muslim. Orang-orang di Makkah tidaklah keberatan dengan perkawinan Aishah, karena walaupun masih muda, tapi sudah cukup dewasa untuk mengerti tentang tanggung jawab didalam sebuah perkawinan. Nabi Muhammad SAW bertunangan dulu selama 2 tahun dengan Aishah sebelum kemudian mengawininya. Dan bapaknya Aishah, Abu Bakr pun kemudian menjadi khalifah pertama setelah Nabi SAW meninggal.
4. HAFSAH BINT UMAR: Hafsah adalah putri dari Umar, khalifah ke dua. Pada mulanya, Umar meminta Usman mengawini anaknya, Hafsah. Tapi Usman menolak karena istrinya baru saja meninggal dan dia belum mau kawin lagi. Umar pun pergi menemui Abu Bakar yang juga menolak untuk mengawini Hafsah. Akhirnya Umar pun mengadu kepada nabi bahwa Usman dan Abu Bakar tidak mau menikahi anaknya. Nabi SAW pun berkata pada Umar bahwa anaknya akan menikah demikian juga Usman akan kawin lagi. Akhirnya, Usman mengawini putri Nabi SAW yiatu Umi Kaltsum, dan Hafsah sendiri kawin dengan Nabi SAW. Hal ini membuat Usman dan Umar gembira.
5. ZAINAB BINT KHUZAYMA: Suaminya meninggal pada perang UHUD, meninggalkan dia yang miskin dengan beberapa orang anak. Dia sudah tua ketika nabi SAW mengawininya. Dia meninggal 3 bulan setelah perkawinan yaitu pada tahun 625 A.D.
6. SALAMA BINT UMAYYA: Suaminya, Abud Allah Abud Al Assad Ibn Al Mogherab, meninggal dunia, sehingga meninggalkan dia dan anak-anaknya dalam keadaan miskin. Dia saat itu berumur 65 tahun. Abu Bakar dan beberapa sahabat lainnya meminta dia mengawini nya, tapi karena sangat cintanya dia pada suaminya, dia menolak. Baru setelah Nabi Muhammad SAW mengawininya dan merawat anak-anaknya, dia bersedia.
7. ZAYNAB BINT JAHSH: Dia adalah putri Bibinya Nabi Muhammad SAW, Umamah binti Abdul Muthalib. Pada awalnya Nabi Muhammad SAW sudah mengatur agar Zaynab mengawini Zayed Ibn Hereathah Al Kalby. Tapi perkawinan ini kandas ndak lama, dan Nabi menerima wahyu bahwa jika mereka bercerai nabi mesti mengawini Zaynab (surat 33:37).
8. JUAYRIYA BINT AL-HARITH: Suami pertamanya adalah Masafeah Ibn Safuan. Nabi Muhammad SAW menghendaki agar kelompok dari Juayreah (Bani Al Mostalaq) masuk Islam. Juayreah menjadi tahanan ketika Islam menang pada perang Al-Mustalaq (Battle of Al-Mustalaq). Bapak Juayreyah datang pada Nabi SAW dan memberikan uang sebagai penebus anaknya, Juayreyah. Nabi SAW pun meminta sang Bapak agar membiarkan Juayreayah untuk memilih. Ketika diberi hak untuk memilih, Juayreyah menyatakan ingin masuk islam dan menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah yang terakhir. Akhirnya Nabi pun mengawininya, dan Bani Almustalaq pun masuk islam.
9. SAFIYYA BINT HUYAYY: Dia adalah dari kelompok Jahudi Bani Nadir. Dia sudah menikah dua kali sebelumnya, dan kemudian menikahi Nabi SAW. Cerita nya cukup menarik, mungkin Insya Allah disampaikan terpisah.
10. UMMU HABIBA BINT SUFYAN: Suami pertamanya adalah Aubed Allah Jahish. Dia adalah anak dari Bibi Rasulullah SAW. Aubed Allah meninggak di Ethiopia. Raja Ethiopia pun mengatur perkawinan dengan Nabi SAW. Dia sebenarnya menikah dengan nabi SAW pada 1 AH, tapi baru pada 7 A.H pindah dan tinggal bersama Nabi SAW di Madina, ketika nabi 60 tahun dan dia 35 tahun.
11. MAYMUNA BINT AL-HARITH: Dia masih berumur 36 tahun ketika menikah dengan Nabi Muhammad SAW yang sudah 60 tahun. Suami pertamanya adalah Abu Rahma Ibn Abed Alzey. Ketika Nabi SAW membuka Makkah di tahun 630 A.D, dia datang menemui Nabi SAW, masuk Islam dan meminta agar Rasullullah mengawininya. Akibatnya, banyaklah orang Makkah merasa terdorong untuk merima Islam dan nabi SAW.
12. MARIA AL-QABTIYYA: Dia awalnya adalah orang yang membantu menangani permasalahan dirumah Rasullullah yang dikirim oleh Raja Mesir. Dia sempat melahirkan seorang anak yang diberi nama Ibrahim. Ibrahim akhirnya meninggal pada umur 18 bulan. Tiga tahun setelah menikah, Nabi SAW meninggal dunia, dan Maria (thx buat Joan) akhirnya meninggal 5 tahun kemudian, tahun 16 A.H. Waktu itu, Umar bin Khatab yang menjadi Iman sholat Jenazahnya, dan kemudian dimakamkan di Al-Baqi.
Kalau sudah tahu begini dan kalau memang dikatakan mau mengikuti Sunnah Nabi Muhammad SAW, kira-kira masih minat dan berani nggak ya kaum Adam untuk ber-istri lebih dari 1?


Bolehkah Manusia Melihat JIN?

Manusia tidak boleh melihat JIN dalam kewujudannya yang asli, kerana Allah s.w.t.telah memperkenankan permohonan Bapak JIN(ketika mula diciptakan) agar ia dapat melihat tetapi ia sendiri tidak dapat dilihat. (JIN pula tidak boleh melihat malaikat kerana malaikat diciptakan dari cahaya di mana lebih hebat dari JIN).

Firman Allah (bermaksud): “Sesungguhnya dia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari semua tempat yang kamu tidak boleh melihat mereka.”  - (Surah Al-A’raaf: 27).

Maka barang siapa yang mendakwa dia telah melihat JIN/ Syaitan (dalam keadaan rupa sebenar) maka dia telah berdusta, kecuali dia memang seorang nabi. Sebab bagi para nabi melihat jin adalah suatu mukjizat (merupakan bukti kenabian).
Al-Qusyairi menyatakan, “Allah s.w.t sudah menetapkan (mengikut hukum alam) bahawa anak cucu Adam tidak akan dapat melihat syaitan di dunia.”

Dalam buku ‘Aqidah Islam’, Prof. Sayyid Sabiq menulis, JIN atau syaitan itu secara aslinya tidak dapat dilihat oleh mata (zahir). Tidak diketahui bagaimana bentuknya tetapi mereka mempunyai kuasa menjelma diri dalam bentuk lain, menyerupai sahabat terdekat, kekasih atau suami seorang wanita dan haiwan.

 Dalam hal ini (lebih-lebih lagi untuk waktu yang lama) adalah sesuatu yang sulit dilakukan oleh JIN mahupun syaitan. Ia memerlukan kondisi-kondisi jasmaniah dan psikologi yang membantu dan terjadinya pula pada waktu-waktu tertentu sejalan dengan kebolehan jin atau syaitan itu.

JIN dan syaitan sebenarnya menderita kesakitan sewaktu menukar jasadnya ke dalam bentuk asal. Ia memerlukan masa yang lama dan proses pertukaran ini mengalami penderitaan yang teruk.

Di samping itu ia juga takut akan perkara-perkara yang boleh mengakibatkan risiko(kerana ia pun takut akan manusia) sama ada tertangkap atau mati dibunuh. Bila tertangkap dan dibaca kepadanya Ayat Kursi, nescaya akan menggeletar sehingga boleh mengalami stress berat dan akhirnya mati. Kalau tidak pun ia akan lemah-lunglai dan menjadi tidak bermaya.

Ahad, 27 Januari 2013


Nama Rasulullah SAW Di Dalam Al Quran
 .
Allah SWT dalam Al Qurannul Karim menyebut Baginda Sallallahu Alaihi Wasallam  dengan beberapa nama :  Basyir (pembawa kabar yang baik / gembira), Nadzir (pembawa berita buruk / pemberi peringatan), Siraj al-Munir (Pelita Penerang), Ra’uf (Penyantun / lemah lembut), Rahim (penyayang), Rahmatan Lil Alamin (Rahmat bagi alam semesta), Muhammad, Ahmad, Thaha, Yasin, Muzzammil (Orang yang berselimut), dan Abdullah (hamba Allah).
 .
Firman Allah SWT :
Description: 72:19
“Dan bahwasanya, ketika Abdullah  (Hamba Allah / Nabi Muhammad) berdiri mengerjakan ibadat kepadaNya… .”

 1.  Dalam Surah al-Jinn, ayat 19 di atas; Allah SWT menyebut Baginda dengan panggilan ‘Abdullah’ (Hamba Allah).
.
2.  Nama Baginda yang lain lagi adalah ‘An-Nadzir al-Mubin’ (orang yang memberi peringatan dengan jelas dan terang), iaitu sebagaimana firman Allah dalam Surah al-Hijr ayat 89 yang bermaksud:
Description: 15:89

Dan katakanlah (Hai Nabi), “Sesungguhnya aku adalah seorang Rasul pemberi peringatan yang jelas.”

3.  Manakala nama ‘Mudzakkir’ diungkap dalam Al-Quran Al-Ghashiyah, ayat 21 ;
Description: 88:21
“Oleh itu berikanlah peringatan (wahai Muhammad, kepada manusia, dan janganlah berdukacita kiranya ada yang menolaknya), kerana sesungguhnya engkau hanyalah seorangMudzakkir (Rasul yang memberi peringatan).”  (QS 88;21 )
.
4. Disamping nama di atas, juga disebutkan beberapa nama dan sifat Nabi MuhammadSallallahu Alaihi Wasallam  yang lain seperti:
·         Rasulurrahmah, Raluluttaubah, Rasulumalahim, Al-Muqaffi, Qutsam
·         Selain itu Mustaffa dan kebanyakan nama surah-surah dalam Al-Qur’an seperti Tohadan Yasin.

JAWI MINGGU INI
(28-3 Feb 2013)
UMPAMA
اومفام
PERHIASAN
فرهباسن
AKIBAT
عاقبة
MAKSIAT
معصيه
BERSIH
برسيه


Sabtu, 26 Januari 2013


Waktu Mustajab Untuk Berdoa



.
1.  Solat
  1. Di antara azan dan iqamah.
  2. Ketika berdiri memulakan dan sesudah selesai solat.
  3. Ketika sujud dalam solat.
  4. Ketika iktidal akhir dalam solat.
  5. Selepas solat Subuh, sebelum terbit matahari.
  6. Di antara waktu Zuhur dan Asar dan selepas waktu Asar.
  7. Setiap lepas solat fardhu.
“Jarak yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabbnya ialah ketika sujud. Maka perbanyaklah doa (di waktu itu).”   (H.R. Muslim)
“Tidak seorang pun menaruh keningnya bersujud kepada Allah dan ia berkata: Tuhanku,ampunilah dosaku sebanyak  tiga kali, kecuali pada saat ia mengangkat kepalanya telah diampuni dosanya.”   (H.R. Ibnu Abi Syaibah)
.
2.  Malam
  1. Malam Jumaat.
  2. Malam 10 Muharam.
  3. Malam Nisfu Syaaban.
  4. Malam Lailatul Qadar.
  5. Malam Aidilfitri.
  6. Malam Aidiladha.
  7. Di pertengahan malam.
  8. Sepanjang malam, paling utama sepertiga malam yang akhir (waktu sahur).

Rasulullah SAW bersabda: “Pada tiap malam, Rabb kita turun ke langit dunia ketika bersisa sepertiga malam yang akhir. Maka Allah berfirman: Sesiapa yang berdoa kepada-Ku, pasti akan Kukabulkan, dan siapa yang memohon kepada-Ku, pasti akan Kuberi, dan siapa yang mohon ampun kepada-Ku pasti akan Kuampuni.”   (H.R. Malik, Bukhari, Muslim dan Tirmidzi)
 .
3.  Hari
  1. Sepanjang hari Jumaat.
  2. Hari-hari Arafah.
  3. Semasa bermusafir.
  4. Ketika berpuasa dan berbuka puasa.
  5. Sepanjang hari dalam bulan Ramadan.
  6. Waktu ijabah (saat diperkenankan doa) hari Jumaat, iaitu antaranya:
i)   Antara ‘Subuh Saadiq’ sehingga waktu Syuruk.
ii)  Waktu Imam membaca Fatihah sehingga  ‘Amin’.
iii)  Selepas Zawal hingga tergelincir sedepa matahari.
iv)  Semasa Imam bangun untuk membaca khutbah sehingga selesai solat Jumaat.
v)  Antara waktu Asar sehingga terbenam matahari.
.
Rasulullah SAW bersabda: “Lima waktu tidak ditolak sesuatu doa itu iaitu padamalam Jumaat, malam 10 Muharam, malam Nisfu Syaaban, malam Aidilfitri dan malam Aidiladha.” (Riwayat Bukhari, Muslim dan Abdullah Umar.)
.
4.  Peristiwa
  1. Ketika hujan turun.
  2. Semasa Lailatul-Qadar.
  3. Ketika khatam Al-Quran.
  4. Ketika dalam peperangan atau darurat.
  5. Ketika Tawaf keliling Kaabah.
  6. Ketika wukuf di padang Arafah.

Tempat Mustajab Berdoa

Antara Tempat-Tempat Afdhal Berdoa Adalah:
  1. Dalam Masjid Al-Haram, terutama di hadapan Kaabah.
  2. Multazam, diantara Hajar Aswad dan pintu Kaabah.
  3. Ketika melihat Kaabah.
  4. Ditempat Melakukan Tawaf.
  5. Di sisi Telaga Zam-zam ketika tenggelam matahari.
  6. Di belakang Maqam Ibrahim di Masjidil Haram.
  7. Di Hijir Ismail.
  8. Di sisi Multazam.
  9. Di bawah Pancuran Emas.
  10. Di tempat Sa’i.
  11. Di atas Bukit Sofah.
  12. Di atas Bukit Marwah.
  13. Di Padang Arafah.
  14. Di Arafah terutama selepas Asar menjelang tenggelam matahari.
  15. Di Muzdalifah.
  16. Di Mina.
  17. Di sisi Jamrah Al-Ula.
  18. Di sisi Jamrah Al-Wusto.
  19. Di sisi Jamrah Al-’Aqabah.
  20. Dalam Masjid Nabawi (di Madinah), terutama di Raudhah.
  21. Di Masjid Al-Aqsa, Baitul Muqqadis.
  22. Di makam para Nabi dan Rasul.
  23. Di dalam semua masjid.
  24. Di tempat yang sunyi.

Jumaat, 25 Januari 2013


 Doa keluar dari rumah

Terjemahanya: "Dengan nama Allah aku bertawakkal kepadaNya dan tiada daya serta upaya kecuali dengan izin Allah".


Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika seseorang keluar dari rumahnya lalu membaca: Bismillahi tawakkaltu ‘alallah, walaa haula wala quwwata illa billah, maka malaikat akan berkata kepadanya: “kamu telah diberi petunjuk oleh Allah Ta’ala, dicukupkan dalam segala keperluanmu dan dijaga dari semua keburukan”, sehingga syaitan pun tidak boleh mendekatinya, dan syaitan yang lain berkata kepada temannya: Bagaimana mungkin kamu dapat memperdaya seorang yang telah diberi petunjuk, dicukupkan dan dijaga oleh Allah Ta’ala ?” (HR Abu Dawud (no. 5095), at-Tirmidzi (no. 3426) dan Ibnu Hibban (no. 822), dinyatakan shahih oleh imam at-Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Syaikh al-Albani.)